Jumat, 18 Desember 2009

Analisis Semiotik Puisi “We Think The Best For Our Life”

Puisi ini merupakan renungan penulis terhadap optimisme menjalani kehidupan agar mendapatkan yang terbaik dari diri kita sendiri, puisi ini juga memiliki sasaran yaitu pembacanya, seolah-olah memberikan nasehat kepada pembaca untuk lebih optimis dan melakukan yang terbaik untuk kehidupannya. Parafrasenya sebagai berikut.
Ketika manusia merasa sepi ia kemudian berfikir apa yang bisa ia lakukan dalam kehidupannya, “but when we think, what should I do”, kalimat tersebut menjelaskan bahwa manusia merupakan sosok yang selalu berfikir untuk masa depan di kehidupannya. Mereka biasa melakukan hal apapun yang mereka ingin lakukan yang berasal dari dalam hatinya. Dalam kalimat “Remind, all you have comes from your heart” (bait 1, br. 5) mengingatkan bahwa apapun yang ada dan ingin kita lakukan itu berasal dari dalam hati kita yang ikhlas.
Mencintai kehidupan ini dengan pikiran yang positif, penulis melukiskan bahwa dalam menjalani kehidupan ini kita bisa menyikapinya dengan senyuman. Senyuman di sini menggambarkan sikap lapang dada manusia dalam menghadapi setiap cobaan dan juga kesenangan yang ada dalam kehidupannya. Dan dengan senyuman itu, manusia bisa terlihat kuat dalam menghadapi hidup yang sesungguhnya. Dalam kalimat “What will you do ?” (bait 2, br.5 ) penulis menekankan kepada pembaca apa yang akan kita lakukan ketika mendapatkan kesulitan dalam hidup, kalimat tersebut mengacu kepada kalimat “smile is the key” (bait 2, br. 3) sebagai jawabannya yang menjelaskan bahwa senyuman merupakan kunci untuk menerima kehidupan apa adanya.
Kalimat “A Little shine comes to my heart” bermakna kepada semangat yang bisa di dapatkan atau datang dari orang –orang terdekat kita. Semangat atau dukungan di gambarkan oleh kata “Shine” yang artinya bersinar. “A daffodils” (bait 3, br.2)itu di artikan sebagai gambaran diri kita, kalimat “A daffodils life on the river“, itu di artikan sebagai kita dan dunia. Daffodils yang artinya bunga bakung yang hidup di sungai, meskipun riak air banyak menggangu kehidupan mereka namun bunga bakung akan tetap hidup karena di situlah mereka mendapatkan tempat untuk hidup. Begitu juga dengan manusia, kita hidup di dunia ini, meskipun banyak hal yang mengusik kehidupan kita ini, namun kita akan masih terus melanjutkan hidup ini karena di sinilah tempat kita. “Smile, smile, and smile” (bait 3, br.3), kalimat ini melukiskan semangat yang ada dalam diri kita tak akan pernah hilang. Namun, kita juga harus berfikir dan jangan sampai menyerah pada keadaan hidup kita, hal ini di ungkapkan melalui kalimat “think before, we don’t just give the instruction” (bait 3 br. 4&5) penulis menyiratkan pesan dalam puisinya, bahwa apa yang kita lakukan bukan sekedar memberikan perintah bagi diri kita tetapi juga mampu untuk berfikir dan mengendalikan diri.
Dalam bait terakhir puisi ini, penulis mempertegas makna yang sudah di jelaskan pada bait sebelumnya, “but you should..” merupakan anjuran si pengarang yang merupakan keyakinannya, ketika kita terus berkembang dan memacu diri maka hal yang terbaik dari diri kita akan datang selama fikiran kita positif dan luas “the best will come, When your mind is light”(bait 4, br. 3 & 4), kata “light” yang makna sebenarnya adalah terang menjelaskan tentang luasnya pemikiran seseorang dalam memandang sesuatu hal.

Minggu, 13 Desember 2009

mencoba bikin puisi

Lintah, , ,
Seekor lintah yang menempel di kakiku,,
Semakin besar dan membesar,,
Lintah itu,,
Sangat mengganggu setiap gerakku,,
Kaki ini berat, dan tubuhku mulai kehilangan darah,,
Setiap hari, lintah itu terus menghisap,,
Ingin melepaskan lintah itu,,
Menjauh dari kakiku,,
Tapi semua tubuh lintah itu
Sudah melekat kuat,,
Seolah-olah lendirnya adalah lem !!
Lintah itu,,
Akh,, aku jijik melihatnya,,
Aku benci lintah itu terus ada di kakiku !!
Aku benci lintah itu mendekatiku !!